Kamis, 02 Oktober 2014

Sejarah bekam (al hijamah)

Filled under:

Ummat islam dewasa kini sudah semakin terpuruk. Kebanyakan dari mereka lebih mengedepankan hasil inteligensi mereka belaka tanpa melirik Al-Quran maupun As-Sunnah sama sekali dalam kehidupannya.

Termasuk dalam hal pengobatan. Kebanyakan dari mereka kini lebih mengambil metode pengobatan orang-orang barat. Bahkan di antara mereka yang mengaku sebagai ummat islam namun mereka tidak megetahui sama sekali metode pengobatan Islam. Mereka lebih mengenal metode-metode pengobtan konvensional.


Akan tetapi, tahukah Anda? Bahwa kebanyakan dari apa yang telah mereka pelajari selama ini merupakan peninggalan-peniggalan kaum muslimin!! Dan termasuk peniggalan kita yang mereka ambil adalah yang sekarang mereka sedang pelajari di perkuliahan-perkuliahan. Mereka pun terus melakukan percobaan. Bahkan merekapun mengobati pasien-pasiennya dengan metode ini untuk membuktikan keajaiban-keajaiban pengobatan ini. hasilnya sangat menakjubkan. Tiada lain pengobatan tersebut adalahAl-Hijamah (Bekam).

Hijamah merupakan metode pengobatan klasik. Hijama ini sudah dikenal jauh sebelum Syari’at Nabi Muhammad datang.  Sejak tahun 2200 SM penduduk Mesir sudah mengenalnya. Hingga tahun  3300 SM Hijamah ini berkembang sampai ke Negri Cina. Oleh para tabib Cina pengobatan ini mereka kembangkan.

Simpulnya Hijamah ini sudah dikenal sebagai metode pengobatan dari masa lalu. Namun yang aneh masih banyak yang mengingkari kemujaraban pengobatan ini hanya karena dikaitkan dengan islam. Sungguh sangat memprihatikan.
Hijamah/bekam merupakan pengobatan klasik yang sangat sederhana. Hanya mengeluarkan darah dari kulit dengan cara penarikan kop lalu melakukan pelukaan tipis dengan pisau ataupun jarum steril.

Kemudian datanglah Islam menetapkan pengobatan ini sebagai kebiasaan mereka dalam menghilangkan berbagai penyakit. Dalam  hadits yang diriwayatkan oleh Bukhori dan Muslim bahwa Rasulullah pernah berbekam kemudian Beliau pun memberikan upah kepada pembekamnya. Rasulullah pun memuji kebiasaan ini. Berikut hadits-hadits yang menujukkan disyariatkannya bekam dalam Islam.

فقال : (( إن أفضل ما تداويتم به الحجامة )) صحيح : السلسلة الصحيحة (1053).وفي صحيح البخاري : عن سعيد بن جبير، عن ابن عباس، عن النبي صلى الله عليه وسلم قال : (( الشفاء في ثلاث : شربة  عسل، وشرطة محجم، وكية نار ، وأنا أنهى أمتي عن الكي )).وقال صلى الله عليه وسلم : (( وخير ما تداويتم به الحجامة )) متفق عليه
Artinya :
Rasulullah bersabda : “ Sesungguhnya pengobatan kalian yang paling utama adalah bekam Hadits shohih dalam Silsilah Hadits Shohihah no. 1053Dalam Shohih Bukhori : Dari Sa’id bin Jabir, dari Ibnu Abbas, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam beliau bersabda : “ Kesembuhan itu ada di tiga pengobatan : Minum madu, berbekam, pengobatan besi panas (kai). Namun aku melarang pengobatan dengan besi panas.”Dan Rasulullah pun bersabda : Sebaik-baik kalian berobat adalah dengan berbekam.” Muttafaq ‘alaih.

Dari sini kita tahu bahwa bekam merupakan pengobatan yang sudah menjadi kebiasaan masyarakat  dahulu. Akan tetapi, setelah menyebarnya pengobatan-pengobatan barat, dan penjajahan-penjajahan ke pelbagai Negara, Sehingga metode pengobatan mereka pun diterima oleh banyak masyarakat,  dan pengobatan selain itu dianggap kebohongan dan tak berguna. Berkembanglah pengobatan barat.

Namun akhir-akhir ini  metode pengobatan klasik (Bekam)  kembali muncul.  Masyarakat kini tidak mau lagi dibodoh-bodohi  oleh metode pengobatan barat. Di negeri-negeri Islam khusunya terdapat ratusan pengobat menggunakan metode Bekam yang syar’i.  Bahkan kini bekam banyak digemari oleh kaum wanita. Mulai digalakan pelatihan-pelatihan bekam untuk laki-laki dan perempuan di berbagai tempat. Selain itu didirikan pula markas-markas khusus pengobatan Bekam sesuai syar’i. Termasuk di Indonesia.  Bahkan sampai dipekuliahan kedokteran pun dibahas.  Dari sini mulailah masyarakat membuka mata. Dokter-dokter pun sekarang sudah banyak yang merujuk Bekam Syar’i. Tentu ini merupakan nikmat yang harus disyukuri oleh kita sebagai seorang muslim.

Terakhir, sampai Negara-negara yang maju sekarang, setelah megakui bahwa obat-obat kimia yang mereka produksi selama ini justru malah menambah penyakit, akhirnya mereka pun menganjurkan untuk kembali ke pengobatan klasik traditional. Kita sebagai seorang muslim harus meyakini bahwa pengobatan apapun yang kita lakukan itu hanyala sebab kesembuhan semata,  adapun yang menyembuhkan pada hakikatnya hanyalah Allah Subhanahu wa ta’ala. Sekali lagi, obat apapun yang kita minum, terapi apapun yang kita jalani, semuanya itu hanyalah sebab di antara sebab-sebab yang Allah berikan untuk hambaNya. Semoga kita senantiasa dijaga dan dilindungi oleh Allah Azza wa Jalla.